← Kembali ke Daftar Isi
Rukun Islam
Rukun Islam adalah lima perkara pokok dalam ajaran Islam yang wajib diamalkan oleh setiap muslim.
Mengucapkan dua kalimat syahadat
Mendirikan salat lima waktu
Menunaikan zakat
Berpuasa di bulan Ramadan
Menunaikan haji bagi yang mampu
← Kembali ke Daftar Isi
Rukun Iman
Rukun iman adalah enam hal pokok yang wajib diyakini oleh setiap muslim.
Iman kepada Allah
Iman kepada malaikat Allah
Iman kepada kitab-kitab Allah
Iman kepada rasul-rasul Allah
Iman kepada hari kiamat
Iman kepada qada dan qadar
← Kembali ke Daftar Isi
Kalimat Thayyibah
Kalimat Thayyibah adalah ucapan baik yang diajarkan dalam Islam. Ucapan ini berisi pujian, pengagungan, dan doa kepada Allah.
Istilah
Bacaan Arab
Arti
Takbir
اَللّٰهُ أَكْبَرُ
Allah Maha Besar
Tahmid / Hamdalah
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ
Segala puji bagi Allah
Tasbih
سُبْحَانَ اللّٰهِ
Maha Suci Allah
Tahlil
لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ
Tiada Tuhan selain Allah
Istighfar
أَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ
Aku mohon ampun kepada Allah
Basmalah
بِسْمِ اللّٰهِ
Dengan menyebut nama Allah
Insya Allah
إِنْ شَاءَ اللّٰهُ
Jika Allah menghendaki
Masya Allah
مَا شَاءَ اللّٰهُ
Inilah yang dikehendaki Allah
Istirja’ / Tarji’
إِنَّا لِلّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ
Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nyalah kita kembali
Salam
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ
Semoga keselamatan tercurah untukmu
← Kembali ke Daftar Isi
Malaikat dan Tugasnya
Malaikat adalah makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya dan selalu taat kepada perintah-Nya.
Jibril – Menyampaikan wahyu
Mikail – Mengatur rezeki dan hujan
Israfil – Meniup sangkakala kiamat
Izrail – Mencabut nyawa
Munkar – Menanyai manusia di alam kubur
Nakir – Menanyai manusia di alam kubur
Raqib – Mencatat amal baik
Atid – Mencatat amal buruk
Ridwan – Menjaga surga
Malik – Menjaga neraka
← Kembali ke Daftar Isi
Kitab-Kitab Allah
Kitab Allah adalah wahyu yang diturunkan kepada para rasul untuk disampaikan kepada umatnya.
Kitab Taurat – Diturunkan kepada Nabi Musa a.s.
Kitab Zabur – Diturunkan kepada Nabi Daud a.s.
Kitab Injil – Diturunkan kepada Nabi Isa a.s.
Kitab Al-Qur’an – Diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.
← Kembali ke Daftar Isi
25 Nabi dan Rasul
Nabi dan rasul adalah manusia pilihan Allah yang diberi wahyu. Nabi untuk diri sendiri, sedangkan Rasul wajib disampaikan kepada umat.
1. Adam a.s.
2. Idris a.s.
3. Nuh a.s.
4. Hud a.s.
5. Saleh a.s.
6. Ibrahim a.s.
7. Luth a.s.
8. Ismail a.s.
9. Ishaq a.s.
10. Ya’qub a.s.
11. Yusuf a.s.
12. Ayyub a.s.
13. Syu’aib a.s.
14. Musa a.s.
15. Harun a.s.
16. Dzulkifli a.s.
17. Daud a.s.
18. Sulaiman a.s.
19. Ilyas a.s.
20. Ilyasa’ a.s.
21. Yunus a.s.
22. Zakaria a.s.
23. Yahya a.s.
24. Isa a.s.
25. Muhammad saw.
← Kembali ke Daftar Isi
Rasul Ulul Azmi
Ulul Azmi adalah rasul pilihan yang memiliki ketabahan dan keteguhan luar biasa dalam menghadapi cobaan dakwah.
Nabi Nuh a.s.
Nabi Ibrahim a.s.
Nabi Musa a.s.
Nabi Isa a.s.
Nabi Muhammad saw.
Tips Menghafal (Singkatan NIMIN): Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad.
← Kembali ke Daftar Isi
Sifat Wajib & Mustahil bagi Rasul
Sifat Wajib Bagi Rasul
Sifat-sifat yang pasti dimiliki oleh para Rasul utusan Allah:
Sidiq: Benar atau jujur
Amanah: Dapat dipercaya
Tabligh: Menyampaikan wahyu
Fatonah: Cerdas / pintar
Sifat Mustahil Bagi Rasul
Sifat-sifat yang tidak mungkin dimiliki oleh para Rasul utusan Allah:
Kidzib: Dusta / bohong
Khianat: Tidak dapat dipercaya
Kitman: Menyembunyikan wahyu
Baladah: Bodoh
← Kembali ke Daftar Isi
Khulafaur Rasyidin
Khulafaur Rasyidin adalah empat sahabat utama yang memimpin umat Islam sebagai khalifah setelah wafatnya Nabi Muhammad saw.
Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a.
Umar bin Khattab r.a.
Utsman bin Affan r.a.
Ali bin Abi Thalib r.a.
← Kembali ke Daftar Isi
Bulan-Bulan Hijriah
Kalender Hijriah adalah penanggalan resmi umat Islam yang didasarkan pada peredaran bulan.
1. Muharram
2. Safar
3. Rabiul Awal
4. Rabiul Akhir
5. Jumadil Awal
6. Jumadil Akhir
7. Rajab
8. Sya’ban
9. Ramadan
10. Syawal
11. Zulkaidah
12. Zulhijjah
← Kembali ke Daftar Isi
Hari Besar Islam
Hari besar atau tanggal penting dalam Islam yang diperingati setiap tahun:
Tanggal Hijriah
Peristiwa / Peringatan
1 Muharram
Tahun Baru Islam
10 Muharram
Hari Asyura
12 Rabiul Awal
Maulid Nabi Muhammad saw.
27 Rajab
Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw.
15 Sya’ban
Nisfu Sya’ban
1 Ramadan
Awal Puasa Ramadan
17 Ramadan
Nuzulul Qur’an
Lailatul Qadar
Malam ganjil 10 hari terakhir Ramadan
1 Syawal
Hari Raya Idulfitri
8 Zulhijjah
Hari Tarwiyah (Puasa Tarwiyah)
9 Zulhijjah
Hari Arafah (Puasa Arafah)
10 Zulhijjah
Hari Raya Iduladha
11–13 Zulhijjah
Hari Tasyriq
← Kembali ke Daftar Isi
Nama-Nama Surga & Neraka
Nama-Nama Surga
Surga adalah tempat yang penuh kenikmatan yang Allah sediakan bagi orang-orang beriman dan taat.
Jannatul Firdaus
Jannatun Na’im
Jannatul Ma’wa
Darussalam
Darul Muqamah
‘Adn
Al-Khuld
Al-Maqaam Al-Amin
Nama-Nama Neraka
Neraka adalah tempat siksaan yang pedih yang Allah sediakan bagi orang-orang kafir dan durhaka.
Jahannam
Lazha
Al-Hutamah
Saqar
Al-Jaheem
Sa’ir
Al-Hawiyah
Wail
← Kembali ke Daftar Isi
Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga
Sepuluh sahabat Rasulullah saw. yang dijamin masuk surga dalam satu riwayat hadis (Al-'Asyarah al-Mubasysyaruna bi al-Jannah):
Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a.
Umar bin Khattab r.a.
Utsman bin Affan r.a.
Ali bin Abi Thalib r.a.
Thalhah bin Ubaidillah r.a.
Zubair bin Awwam r.a.
Abdurrahman bin Auf r.a.
Sa’ad bin Abi Waqqash r.a.
Sa’id bin Zaid r.a.
Abu Ubaidah bin Jarrah r.a.
← Kembali ke Daftar Isi
Tanda-Tanda Kiamat (Sugra & Kubra)
Tanda-Tanda Kiamat Sugra (Kecil)
Tanda kiamat kecil terjadi lebih dulu dan secara umum sudah banyak tampak di kehidupan manusia:
Banyak kemaksiatan merajalela
Waktu terasa berlalu begitu singkat
Ilmu agama semakin berkurang / dicabut
Banyak terjadi pembunuhan
Orang miskin berlomba-lomba membagung gedung tinggi
Tanda-Tanda Kiamat Kubra (Besar)
Tanda kiamat besar terjadi secara berurutan menjelang terjadinya hari kiamat:
Munculnya Dajjal
Turunnya Nabi Isa a.s.
Keluarnya Ya’juj dan Ma’juj
Matahari terbit dari sebelah barat
Keluarnya hewan melata ajaib dari bumi (Dabbah)
Api besar dari Yaman yang mengumpulkan manusia
← Kembali ke Daftar Isi
Bacaan Salat: Doa Iftitah
اللَهُمَّ بَاعِدْبَيْنِى وَبَيْنَ خَطَايَاىَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ المَشْرِقِ وَالمَغْرِبِ. اللَهُمَّ نَقِّنِى مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقِّى الثَّوبُ الاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ. اللَهُمَّ اغْسِلْ خَطَايَاىَ بِالمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالبَرَدِ
Allohumma baa’id baini wa baina khataayaaya kamaa baa’adta bainal-masyriqi wal-maghrib. Allohumma naqqini min khataayaa kamaa yunaqqots-tsaubul abyadhu minad-danas. Allahummaghsil khataayaaya bil-maai wats-tsalji wal-barod.
Artinya: "Ya Allah, jauhkanlah antara aku dan kesalahanku sebagaimana Engkau telah menjauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, sucikanlah kesalahanku sebagaimana pakaian yang putih disucikan dari kotoran. Ya Allah, cucilah kesalahanku dengan air, salju, dan air dingin."
← Kembali ke Daftar Isi
Bacaan Salat: Rukuk
سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ. (٣x)
Subhaana robbiyal ‘aziimi wabihamdih (3x)
Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dengan segala pujian-Nya."
← Kembali ke Daftar Isi
Bacaan Salat: I‘tidal
رَبَّنَا وَلَكَ الْحَمْدُ
Robbanaa walakal hamdu
Artinya: "Ya Tuhan kami, bagi-Mu segala pujian."
← Kembali ke Daftar Isi
Bacaan Salat: Sujud
سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى وَبِحَمْدِ (٣x)
Subhaana robbiyal a’laa wabihamdih (3x)
Artinya: "Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dengan segala pujian-Nya."
← Kembali ke Daftar Isi
Bacaan Salat: Duduk di Antara Dua Sujud
رَبِّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي وَاجْبُرْنِي وَاهْدِنِي وَارْزُقْنِي وَاعْفِنِي وَاعْفُ عَنِّي
Rabbighfirlii, warhamnii, wajburnii, wahdinii, warzuqnii, wa’afinii, wa’fu ‘annii
Artinya: "Ya Tuhanku, ampunilah aku, sayangilah aku, cukupkanlah aku, tunjukilah aku, berilah aku rezeki, sehatkanlah aku, dan maafkanlah aku."
← Kembali ke Daftar Isi
Bacaan Salat: Tasyahud Awal
التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
Attahiyyaatu lillaah, wash-shalawaatu wath-thayyibaat. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh.
Artinya: "Segala penghormatan, salawat, dan kebaikan bagi Allah. Salam sejahtera untukmu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Salam sejahtera untuk kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah."
← Kembali ke Daftar Isi
Bacaan Salat: Tasyahud Akhir
التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. وَ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
Attahiyyaatu lillaahi, wash-shalawaatu, wath-thayyibaatu. Assalaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh. Assalaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shaalihiin. Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa shollaita ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim. Wabaarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad, kamaa baarakta ‘alaa Ibraahiim wa ‘alaa aali Ibraahiim, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid.
Artinya: "Segala penghormatan, salawat, dan kebaikan bagi Allah. Salam sejahtera untukmu wahai Nabi beserta rahmat Allah dan berkah-Nya. Salam sejahtera untuk kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi rahmat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah, berilah berkah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya di alam semesta Engkau Maha Terpuji dan Maha Agung."
← Kembali ke Daftar Isi
Bacaan Salat: Doa Sebelum Salam
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ
Allohumma innii a’uudzu bika min ‘adzaabi jahannam, wa min ‘adzaabil qobri, wa min fitnatil mahyaa wal mamaati, wa min syarri fitnatil masiihid dajjaal.
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah hidup dan mati, serta dari kejahatan fitnah Al-Masih Dajjal."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Mau Belajar
رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُولًا، رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا، وَارْزُقْنِي فَهْمًا، آمِيْن
Rodhiitu billaahi robbaa, wabil islaami diina, wabimuhammadin nabiyyaa warosuulaa, robbi zidnii ilmaa, warzuqni fahmaa, aamiin
Artinya: "Aku rela Allah Tuhanku, dan Islam agamaku, dan Muhammad nabiku. Ya Allah, tambahkanlah aku ilmu, dan berikanlah aku kepahaman, aamin."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Sebelum Tidur
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَبِاسْمِكَ أَمُوتُ
Bismika alloohumma ahyaa wabismika amuut
Artinya: "Dengan nama-Mu, Ya Allah, aku hidup dan dengan nama-Mu aku mati."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Bangun Tidur
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ
Alhamdu lillaahil ladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya kami kembali."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Masuk Kamar Mandi
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ
Allohumma innii a’uudzubika minal khubutsi wal khobaa’its
Artinya: "Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan setan laki-laki dan perempuan."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Keluar Kamar Mandi
غُفْرَانَكَ
Ghufraanaka
Artinya: "Aku mohon ampunan-Mu."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Sebelum Makan
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Allohumma baariklanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa ‘adzaabannaar
Artinya: "Ya Allah, berkahilah rezeki yang Engkau berikan kepada kami dan lindungilah kami dari siksa neraka."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Setelah Makan
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Alhamdulillaahil ladzii ath’amanaa wasaqaanaa waja’alanaa minal muslimiin
Artinya: "Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum, serta menjadikan kami termasuk orang-orang muslim."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Bercermin
اللَّهُمَّ كَمَا حَسَّنْتَ خَلْقِي فَحَسِّنْ خُلُقِي
Allahumma kamaa hassanta khalqii fahassin khuluqii
Artinya: "Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memperindah penciptaanku, maka perindahlah akhlakku."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Masuk Masjid
اللَّهُمَّ افْتَحْ لِي أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ
Allahummaftah lii abwaaba rahmatik
Artinya: "Ya Allah, bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Keluar Masjid
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ
Allahumma innii as’aluka min fadhlik
Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Bersin
Untuk orang yang bersin:
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdulillaah
Artinya: "Segala puji bagi Allah."
Jawaban orang yang mendengar (ketika mendengar "Alhamdulillah"):
يَرْحَمُكَ اللَّهُ
Yarhamukallaah
Artinya: "Semoga Allah merahmatimu."
Lalu orang yang bersin membalas:
يَهْدِيكُمُ اللَّهُ وَيُصْلِحُ بَالَكُمْ
Yahdiikumullaahu wa yushlih baalakum
Artinya: "Semoga Allah memberi kalian petunjuk dan memperbaiki keadaan kalian."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Berbuka Puasa
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabazh-zamaa-u, wabtallatil-‘uruuqu, watsabatal-ajru insyaa-Allaah
Artinya: "Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah, serta pahala telah tetap, insya Allah."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Keluar Rumah (Bepergian)
بِسْمِ اللَّهِ تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Bismillaahi tawakkaltu ‘alallaahi wa laa hawla wa laa quwwata illaa billaah
Artinya: "Dengan nama Allah, aku bertawakal kepada Allah, tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Masuk Rumah
بِسْمِ اللَّهِ وَلَجْنَا، وَبِسْمِ اللَّهِ خَرَجْنَا، وَعَلَى اللَّهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا
Bismillaahi walajnaa, wa bismillaahi kharajnaa, wa ‘alalloohi robbinaa tawakkalnaa
Artinya: "Dengan nama Allah kami masuk, dan dengan nama Allah kami keluar, dan kepada Allah Tuhan kami, kami bertawakal."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Memakai Pakaian
اَللّٰهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِهِ وَخَيْرِ مَا هُوَ لَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهِ وَشَرِّ مَا هُوَ لَهُ
Alloohumma innii as'aluka min khoirihi wa khoiri maa huwa lahu, wa audzubika min syarrihi wa syarri maa huwa lahu
Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan pakaian ini dan kebaikan sesuatu yang ada padanya, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan pakaian ini dan keburukan sesuatu yang ada padanya."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Melepas Pakaian
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلَّا هُوَ
Bismillaahilladzii laa ilaaha illa huwa
Artinya: "Dengan nama Allah yang tidak ada tuhan selain Dia."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Penutup Majelis (Kafaratul Majelis)
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ
Subhaanaka allaahumma wa bihamdika, Asyhadu an laa ilaaha illaa anta, Astaghfiruka wa atuubu ilaik
Artinya: "Maha Suci Engkau, ya Allah, dan segala puji bagi-Mu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Engkau, aku memohon ampun dan bertobat kepada-Mu."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Kebaikan Dunia dan Akhirat (Sapu Jagad)
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Rabbanaa aatinaa fid-dunyaa hasanah, Wa fil-aakhirati hasanah, Wa qinaa ‘adzaaban-naar
Artinya: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari siksa neraka."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Naik Kendaraan
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ
Subhaanalladzii sakhkhara lanaa haadzaa wamaa kunnaa lahu muqriniin, wa innaa ilaa rabbinaa lamunqalibuun
Artinya: "Maha Suci Allah yang telah menundukkan kendaraan ini untuk kami, padahal kami tidak mampu menguasainya, dan sesungguhnya kepada Tuhan kami, kami akan kembali."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Ketika Hujan Turun
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Allohumma shoyyiban naafi’an
Artinya: "Ya Allah, jadikanlah hujan ini hujan yang bermanfaat."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Setelah Hujan
مُطِرْنَا بِفَضْلِ اللَّهِ وَرَحْمَتِهِ
Muthirnaa bifadhlillaahi wa rahmaatih
Artinya: "Kami diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah."
← Kembali ke Daftar Isi
Materi Doa: Melihat Petir
سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ
Subhaanalladzii yusabbihur ro’du bihamdihi wal malaaikatu min khiifatih
Artinya: "Maha Suci Allah, yang petir bertasbih memuji-Nya dan para malaikat karena takut kepada-Nya."
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Kebersihan
الطُّهُورُ شَطْرُ الْإِيمَانِ
Atthohuuru syatrul iimaan
Artinya: "Kebersihan adalah sebagian dari iman." (HR. Muslim)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Menyebarkan Salam
أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ
Afsyus-salaama bainakum
Artinya: "Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Larangan Marah
لَا تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ
Laa taghdhob walakal-jannah
Artinya: "Jangan marah, maka bagimu surga." (HR. Thabrani)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Keutamaan Memberi Hadiah
تَهَادَوْا تَحَابُّوا
Tahaadau tahabbuu
Artinya: "Salinglah memberi hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai." (HR. Bukhari)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Kebaikan adalah Sedekah
كُلُّ مَعْرُوفٍ صَدَقَةٌ
Kullu ma'ruufin shodaqah
Artinya: "Setiap kebaikan adalah sedekah." (HR. Muslim)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Persaudaraan
الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ
Al-muslimu akhul-muslim
Artinya: "Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain." (HR. Bukhari dan Muslim)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Kasih Sayang
مَنْ لَا يَرْحَمْ لَا يُرْحَمْ
Man laa yarham laa yurham
Artinya: "Siapa yang tidak menyayangi, maka tidak akan disayangi." (HR. Bukhari dan Muslim)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Adab Bersin
إِذَا عَطَسَ أَحَدُكُمْ فَلْيَقُلِ: الْـحَمْدُ لِلَّهِ
Idzaa ‘athasa ahadukum falyaqul: Alhamdulillaah
Artinya: "Jika salah satu dari kalian bersin, hendaklah mengucapkan: Alhamdulillah." (HR. Bukhari)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Berkata Baik
فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
Falyaqul khairan aw liyasmut
Artinya: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam." (HR. Bukhari dan Muslim)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Tolong-Menolong
وَاللَّهُ فِي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ
Wallaahu fii ‘awnil-‘abdi maa kaanal-‘abdu fii ‘awni akhiihi
Artinya: "Allah akan menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya." (HR. Muslim)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Adab Salat
نُهِينَا عَنِ الْكَلَامِ فِي الصَّلَاةِ إِلَّا بِاالْقُرْآنِ وَالذِّكْرِ
Nuhiinaa ‘anil-kalaami fish-shalaati illaa bil-qur’aani wadz-dzikri
Artinya: "Kami dilarang berbicara dalam salat kecuali membaca Al-Qur’an dan berzikir." (HR. Ath-Thabrani)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Pentingnya Rasa Malu
الْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ
Al-hayaa-u syu‘batun minal-iimaan
Artinya: "Malu adalah salah satu cabang dari iman." (HR. Bukhari dan Muslim)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Senyum adalah Sedekah
تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ
Tabassumuka fii wajhi akhiika laka shadaqah
Artinya: "Senyummu kepada saudaramu adalah sedekah." (HR. Tirmidzi)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Rida Allah dan Rida Orang Tua
رِضَا اللَّهِ فِي رِضَا الْوَالِدِ، وَسَخَطُ اللَّهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
Ridhaallaahi fii ridhaal-waalidi, wa sakhatullaahi fii sakhatil-waalidi
Artinya: "Rida Allah tergantung pada rida orang tua, dan murka Allah tergantung pada murka orang tua." (HR. Tirmidzi dan al-Hakim)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Salat pada Waktunya
الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا
Ash-shalaatu ‘alaa waqtihaa
Artinya: "(Amalan terbaik adalah) salat pada waktunya." (HR. Bukhari dan Muslim)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Memuliakan Tetangga
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ
Man kaana yu’minu billaahi wal-yaumil-aakhiri falyukrim jaarahu
Artinya: "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tetangganya." (HR. Bukhari dan Muslim)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Memuliakan Tamu
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ
Man kaana yu’minu billaahi wal yaumil aakhiri falyukrim dhoifah
Artinya: "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya." (HR. Bukhari dan Muslim)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Keutamaan Berterima Kasih
مَنْ لَا يَشْكُرِ النَّاسَ لَا يَشْكُرِ اللَّهَ
Man laa yasykurin-naasa laa yasykurillaah
Artinya: "Siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, ia tidak bersyukur kepada Allah." (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Mengasihi Makhluk Allah
ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ، يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ
Irhamuu man fil ardhi, yarhamkum man fissamaa'
Artinya: "Sayangilah makhluk di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangi kalian." (HR. Thabrani)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Keutamaan Belajar Al-Qur’an
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
Khoirukum man ta'allamal Qur'aana wa 'allamahu
Artinya: "Sebaik-baik kalian adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)
← Kembali ke Daftar Isi
Hadis tentang Keindahan
إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ
Innallooha jamiilun yuhibbul jamaal
Artinya: "Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan." (HR. Thabrani)
← Kembali ke Daftar Isi
Mad Thabi’i (Mad Asli)
Mad Thabi’i (Mad Asli) adalah bacaan panjang yang terjadi pada huruf mad yang didahului harakat yang sesuai dan tidak diikuti oleh hamzah, sukun, atau tasydid. Panjang bacaan Mad Thabi’i adalah 2 harakat .
Huruf Mad
Didahului Huruf Berharakat
Contoh
Dibaca
ا (Alif)
Fathah (ـَ) a
كَانَ
kaana
ي (Ya’)
Kasrah (ـِ) i
فِي
fii
و (Wau)
Dhammah (ـُ) u
نَقُولُ
naquulu
← Kembali ke Daftar Isi
Lafadz Jalalah
Hukum membaca lafadz Allah (اللَّه) terbagi menjadi dua cara:
1. Lam Tafkhim / Mufakhomah (Tebal)
Jika sebelum lafadz Allah ada harakat fathah (a) atau dhammah (u) . Dibaca LOOH .
Contoh:
نَصْرُ اللَّهِ
nashrulloohi (LOOH)
قَالَ اللَّهُ
qoolalloohu (LOOH)
2. Lam Tarqiq / Muroqoqoh (Tipis)
Jika sebelum lafadz Allah ada harakat kasrah (i) . Dibaca LAAH .
Contoh:
بِسْمِ اللَّهِ
bismillaahi (LAAH)
لِلَّهِ
lillaahi (LAAH)
← Kembali ke Daftar Isi
Hukum Nun Mati (نْ) dan Tanwin (ــًــ ــٍــ ــٌــ)
Nun Mati (نْ): Huruf ن yang berharakat sukun.Tanwin (ــًــ ــٍــ ــٌــ): Bunyi “n” pada akhir kata.
Hukum Tajwid
Huruf
Contoh & Cara Baca
Izhar Halqi (Jelas)
ء هـ ع ح غ خ
مَنْ آمَنَ (man aamana)
سَمِيعٌ عَلِيمٌ (samii‘un ‘aliimun)
Idgham Bighunnah (Masuk dengan dengung)
ي ن م و
مَن يَقُولُ (may-yaquulu)
قَوْمًا وَاحِدًا (qaumaw-waahidan)
Idgham Bilaghunnah (Masuk tanpa dengung)
ل ر
مِن لَدُنْ (mil-ladun)
مِنْ رَبِّهِمْ (mir-rabbihim)
Iqlab (Membalik ke bunyi M)
ب
أَنْبِئْهُمْ (am-bi’hum)
سَمِيعٌ بَصِيرٌ (samii‘um bashiirun)
Ikhfa’ Haqiqi (Samar-samar)
ت ث ج د ذ ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك
إِنْ صَدَقُوا (ing shodaquu)
عَذَابًا شَدِيدًا (‘adzaabang syadiidan)
← Kembali ke Daftar Isi
Hukum Mim Mati (مْ)
Hukum Mim Mati (مْ) terbagi menjadi 3 jenis bacaan:
Hukum Tajwid
Huruf
Contoh & Cara Baca
Ikhfa’ Syafawi (Samar-samar di bibir)
ب
تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ (tar-miihim bihijaarah)
كُنْتُمْ بِهِ (kuntum bihi)
Idgham Mimi (Mitslain) (Melebur dengan dengung)
م
لَكُمْ مَّا (lakum-maa)
هُم مَّعَكُمْ (hum-ma‘akum)
Izhar Syafawi (Jelas di bibir)
Seluruh huruf hijaiyah kecuali ب dan م
أَنْعَمْتَ (an‘amta)
عَلَيْهِمْ صِرَاطٌ (‘alaihim shiroothun)
← Kembali ke Daftar Isi
Qalqalah (القلقلة)
Qalqalah adalah memantulkan atau memantikkan suara pada huruf tertentu ketika huruf tersebut berharakat sukun atau berhenti (waqaf), sehingga terdengar lebih jelas.
Huruf Qalqalah ada 5 (Rumus: BAJU DI TOKO):
ق ط ب ج د
Jenis Qalqalah
Keterangan
Contoh
Qalqalah Sughra (Kecil)
Huruf qalqalah berharakat sukun asli di tengah kata.
يَجْعَلُ
أَبْتَرُ
Qalqalah Kubra (Besar)
Huruf qalqalah berada di akhir kata dan dibaca waqaf (mati karena berhenti).
خَلَقَ
وَقَبَ
← Kembali ke Daftar Isi
Surat Al-Fatihah
Nama Surat: Al-Fatiḥah (الفاتحة)
Arti Nama: Pembukaan
Tempat Turun: Makkiyah
Urutan Surat: Ke-1
Jumlah Ayat: 7 Ayat
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.
الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
مٰلِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ
Pemilik hari pembalasan.
اِيَّاكَ نَعْبُدُ وَاِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan.
اِهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ
Tunjukilah kami jalan yang lurus.
صِرَاطَ الَّذِيْنَ اَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ ۙ غَيْرِ الْمَغْضُوْبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّاۤلِّيْنَ
(Yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
← Kembali ke Daftar Isi
Surat An-Nas
Nama Surat: An-Nas (النَّاسِ)
Arti Nama: Manusia
Tempat Turun: Makkiyah
Urutan Surat: Ke-114
Jumlah Ayat: 6 Ayat
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,”
مَلِكِ النَّاسِ
Raja manusia,
إِلَٰهِ النَّاسِ
Sembahan manusia,
مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ
dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,
الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ
yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
dari (golongan) jin dan manusia.
← Kembali ke Daftar Isi
Surat Al-Falaq
Nama Surat: Al-Falaq (الْفَلَقِ)
Arti Nama: Waktu Subuh
Tempat Turun: Makkiyah
Urutan Surat: Ke-113
Jumlah Ayat: 5 Ayat
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh (fajar),”
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan,
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya),
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.
← Kembali ke Daftar Isi
Surat Al-Ikhlas
Nama Surat: Al-Ikhlas (الإخلاص)
Arti Nama: Ikhlas / Memurnikan keesaan Allah
Tempat Turun: Makkiyah
Urutan Surat: Ke-112
Jumlah Ayat: 4 Ayat
قُلْ هُوَ اللّٰهُ أَحَدٌ
Katakanlah, “Dialah Allah, Yang Maha Esa.”
اللّٰهُ الصَّمَدُ
Allah tempat meminta segala sesuatu.
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ
Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan.
وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.”
← Kembali ke Daftar Isi
Surat Al-Lahab
Nama Surat: Al-Lahab (اللَّهَبِ)
Arti Nama: Gejolak api
Tempat Turun: Makkiyah
Urutan Surat: Ke-111
Jumlah Ayat: 5 Ayat
تَبَّتْ يَدَا أَبِي لَهَبٍ وَتَبَّ
Binasalah kedua tangan Abu Lahab dan benar-benar binasa dia!
مَا أَغْنَىٰ عَنْهُ مَالُهُ وَمَا كَسَبَ
Tidaklah berguna baginya hartanya dan apa yang dia usahakan.
سَيَصْلَىٰ نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ
Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak.
وَامْرَأَتُهُ حَمَّالَةَ الْحَطَبِ
Dan (begitu pula) istrinya, pembawa kayu bakar (penyebar fitnah).
فِي جِيدِهَا حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ
Di lehernya ada tali dari sabut yang dipintal.
← Kembali ke Daftar Isi
Surat An-Nasr
Nama Surat: An-Nashr (النَّصْرِ)
Arti Nama: Pertolongan
Tempat Turun: Madaniyah
Urutan Surat: Ke-110
Jumlah Ayat: 3 Ayat
إِذَا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ وَالْفَتْحُ
Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,
وَرَأَيْتَ النَّاسَ يَدْخُلُونَ فِي دِينِ اللَّهِ أَفْوَاجًا
dan engkau melihat manusia berbondong-bondong masuk agama Allah,
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا
maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat.
← Kembali ke Daftar Isi
Surat Al-Kafirun
Nama Surat: Al-Kafirun (الْكَافِرُونَ)
Arti Nama: Orang-orang kafir
Tempat Turun: Makkiyah
Urutan Surat: Ke-109
Jumlah Ayat: 6 Ayat
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ
Katakanlah, “Wahai orang-orang kafir!”
لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ
Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah.
وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
Dan kamu bukan penyembah apa yang aku sembah.
وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ
Dan aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah.
وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ
Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah apa yang aku sembah.
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Untukmu agamamu dan untukku agamaku.”
← Kembali ke Daftar Isi
Surat Al-Kautsar
Nama Surat: Al-Kautsar (الْكَوْثَرِ)
Arti Nama: Nikmat yang banyak
Tempat Turun: Makkiyah
Urutan Surat: Ke-108
Jumlah Ayat: 3 Ayat
إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ
Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak.
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ
Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).
إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْأَبْتَرُ
Sungguh, orang-orang yang membencimu dialah yang terputus (dari rahmat Allah dan dari segala kebaikan).
← Kembali ke Daftar Isi
Surat Al-Ma’un
Nama Surat: Al-Ma’un (الْمَاعُونِ)
Arti Nama: Barang-barang yang berguna
Tempat Turun: Makkiyah
Urutan Surat: Ke-107
Jumlah Ayat: 7 Ayat
أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ
Tahukah kamu orang yang mendustakan agama?
فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ
Maka itulah orang yang menghardik anak yatim,
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ
dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.
فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّينَ
Maka celakalah orang-orang yang salat,
الَّذِينَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُونَ
(yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya,
الَّذِينَ هُمْ يُرَاءُونَ
yang berbuat ria,
وَيَمْنَعُونَ الْمَاعُونَ
dan enggan (memberikan) bantuan yang berguna.
← Kembali ke Daftar Isi
Surat Quraisy
Nama Surat: Quraisy (قُرَيْشٍ)
Arti Nama: Suku Quraisy
Tempat Turun: Makkiyah
Urutan Surat: Ke-106
Jumlah Ayat: 4 Ayat
لِإِيلَافِ قُرَيْشٍ
Karena kebiasaan orang-orang Quraisy,
إِيلَافِهِمْ رِحْلَةَ الشِّتَاءِ وَالصَّيْفِ
(yaitu) kebiasaan mereka bepergian pada musim dingin dan musim panas.
فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ
Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan (pemilik) rumah ini (Ka’bah),
الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ
yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari rasa takut.
← Kembali ke Daftar Isi
Surat Al-Fil
Nama Surat: Al-Fil (الْفِيلِ)
Arti Nama: Gajah
Tempat Turun: Makkiyah
Urutan Surat: Ke-105
Jumlah Ayat: 5 Ayat
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِأَصْحَابِ الْفِيلِ
Tidakkah engkau memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?
أَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِي تَضْلِيلٍ
Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?
وَأَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا أَبَابِيلَ
Dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong,
تَرْمِيهِمْ بِحِجَارَةٍ مِنْ سِجِّيلٍ
yang melempari mereka dengan batu dari tanah yang terbakar,
فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَأْكُولٍ
sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat).
← Kembali ke Daftar Isi
Surat Al-Humazah
Nama Surat: Al-Humazah (الْهُمَزَةِ)
Arti Nama: Pengumpat
Tempat Turun: Makkiyah
Urutan Surat: Ke-104
Jumlah Ayat: 9 Ayat
وَيْلٌ لِكُلِّ هُمَزَةٍ لُمَزَةٍ
Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela,
الَّذِي جَمَعَ مَالًا وَعَدَّدَهُ
yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya,
يَحْسَبُ أَنَّ مَالَهُ أَخْلَدَهُ
dia mengira bahwa hartanya itu dapat mengekalkannya,
كَلَّا ۖ لَيُنْبَذَنَّ فِي الْحُطَمَةِ
Sekali-kali tidak! Pasti dia akan dilemparkan ke dalam (neraka) Hutamah.
وَمَا أَدْرَاكَ مَا الْحُطَمَةُ
Dan tahukah kamu apakah (neraka) Hutamah itu?
نَارُ اللَّهِ الْمُوقَدَةُ
(Yaitu) api (azab) Allah yang dinyalakan,
الَّتِي تَطَّلِعُ عَلَى الْأَفْئِدَةِ
yang membakar sampai ke hati.
إِنَّهَا عَلَيْهِمْ مُؤْصَدَةٌ
Sungguh, api itu ditutup rapat atas mereka,
فِي عَمَدٍ مُمَدَّدَةٍ
(sedang mereka itu) diikat pada tiang-tiang yang panjang.
← Kembali ke Daftar Isi
Surat Al-Baqarah Ayat 1–5
ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ
Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.
الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ
(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, melaksanakan salat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka.
وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنزِلَ مِن قَبْلِكَ وَبِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ
Dan mereka yang beriman kepada (Al-Qur'an) yang diturunkan kepadamu dan (kitab-kitab) yang telah diturunkan sebelum engkau, serta mereka yakin akan adanya akhirat.
أُولَٰئِكَ عَلَىٰ هُدًى مِّن رَّبِّهِمْ ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
Mereka itulah yang mendapat petunjuk dari Tuhannya, dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.
← Kembali ke Daftar Isi
Surat Al-Baqarah Ayat 183
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
← Kembali ke Daftar Isi
Ayat Kursi (Surat Al-Baqarah Ayat 255)
اللّٰهُ لَآ إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمٰوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan apa yang di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi, Maha Agung.
← Kembali ke Daftar Isi
Surat Al-Baqarah Ayat 284–286
لِلّٰهِ مَا فِي السَّمٰوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُ ۖ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللّٰهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Milik Allah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu menampakkan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menyembunyikannya, niscaya Allah akan memperhitungkannya kepadamu. Maka Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan menyiksa siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Rasul telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), “Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.” Dan mereka berkata, “Kami dengar dan kami taat.” Ampunan-Mu, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat kembali.
لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Baginya pahala dari kebajikan yang dikerjakannya dan baginya dosa dari kejahatan yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.”